KTT Suko Maju Belajar Bio-Urine dan Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong di BRMP RB
Pasuruan, 11 Agustus 2026 –KTT Suko Maju melakukan kunjungan ke BRMP Ruminansia Besar untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan limbah ternak, pembuatan bio-urine. Dalam materi pengelolaan limbah, peserta mendapatkan penjelasan bahwa limbah sapi potong berupa feses dan urine memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Proses pembuatan bio-urine diawali dengan menampung urine pada bak penampungan pertama selama 3–4 hari. Tahap ini bertujuan mengendapkan feses dan kotoran yang masih terbawa. Selanjutnya, urine dipindahkan ke bak penampungan kedua dan didiamkan selama 14 hari untuk membantu mengurangi bau pesing dan kadar amonia. Pada proses fermentasi ditambahkan bahan fermentor, seperti EM4 peternakan atau empon-empon, serta tetes tebu sebagai sumber energi mikroorganisme.
Selain pengelolaan limbah, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen pemeliharaan sapi potong. Strategi utama dalam pengelolaan usaha sapi potong adalah efisiensi sumber daya dan proses dengan tetap menjaga target output budidaya. Peternak juga perlu memperhitungkan harga pembelian bakalan dan potensi harga jual sapi setelah penggemukan. Dengan demikian, keputusan pemeliharaan tidak hanya berdasarkan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan pasar. Kunjungan KTT Suko Maju di BRMP Ruminansia Besar diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peternak bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks.